.comment-link {margin-left:.6em;}

Sehat & Segar Dari Alam

Wednesday, April 04, 2007

MENCEGAH KANKER USUS BESAR

Cegah Kanker Usus Besar (Karsinoma Kolerektal) dengan Pola Hidup Sehat
Hembing
Tue, 13 Dec 2005 10:01:00 WIB

Karsinoma kolorektal berkaitan dengan kolon (usus besar) dan rektum (poros usus). Saat ini, kasus kanker usus besar semakin meningkat dan diduga akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Hal tersebut berhubungan dengan pola makan modern yang tidak sehat seperti makanan siap saji yang mengandung lemak tinggi.
Di Indonesia, kanker usus besar atau kolorektal termasuk dalam sepuluh besar jenis kanker yang banyak dideritan yaitu pada urutan ke-6 terbesar. Umumnya penderita kanker ini berusia di atas 40 tahun, namun saat ini di Indonesia penderita kanker usus besar banyak diderita oleh usia muda di bawah 40 tahuan. Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan.
Penyebab jelas kanker usus besar belum diketahui secara pasti, namun makanan merupakan faktor yang penting dalam kejadian kanker tersebut. Yaitu berkorelasi dengan faktor makanan yang mengandung kolesterol dan lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah serta adanya interaksi antara bakteri di dalam usus besar dengan asam empedu dan makanan. Faktor – faktor tersebut akan memproduksi bahan karsinogenik yang memicu kanker usus besar/kolorektal.
Selain itu, ada beberapa faktor risiko tinggi terhadap jenis kanker ini, yaitu mempunyai salah satu keluarga yang terkena kanker usus besar, menderita poliposis (multiple polip di kolon), kolitis ulserosa, berumur 40 tahun ke atas dan memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan.Gejala dari kanker kolorektal tergantung pada lokasi dan stadium tumor. Pada umumnya pertumbuhan tumor pada sisi kanan dan kiri usus besar menunjukan gejala agak berbeda. Tumor pada sebelah kiri menunjukan gejala terblokirnya usus pada tahap awal, yaitu pendarahan pada rektum, rasa kenyang atau kram lambung, feses bercampur lendir dan darah, serta adanya tekanan pada rektum. Pada perkembangannya, diare dan sembelit silih berganti. Pada stadium lanjut, nafsu makan dan berat badan semakin menurun, warna feses menjadi hitam bercampur darah. Tumor yang tumbuh pada sebelah kanan usus besar menunjukan gejala seperti kram lambung, anemia dan feses berwarna hitam. Pada perkembangannya menunjukan gejala lelah, sesak nafas waktu bekerja, diare atau sembelit, berat badan turun, muntah dan gejala lain karena tersumbatnya usus.
Kanker usus besar atau kolorektal merupakan jenis kanker yang dapat dicegah dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat, seperti berikut :
cukup mengkonsumsi serat, seperti sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan (lima porsi setiap hari). Serat dapat melancarkan pencernaan dan buang air besar sehingga berfungsi menghilangkan kotoran dan zat yang tidak berguna di usus, karena kotoran yang terlalu lama mengenadap di usus akan menajdi racun yang memicu sel kanker.

Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi terutama yang terdapat pada daging hewan.
Menghindari makanan yang diawetkan dan pewarna sintetik, karena hal tersebut dapat memicu sel karsinogen/sel kanker
Menghindari minuman beralkohol dan rokok yang berlebihan
Melaksanakan aktifitas fisik atau olahraga secara teratur.
Kanker usus besar cenderung menyebar secara lamban dan tetap terlokalisir (tidak menyebar ke bagian lain) untuk waktu yang lama. Dengan demikian kanker tersebut berpotensi untuk dapat diobati, tentunya apabila terdeteksi secara dini dan segera diobati sebelum menyebar ke limfonodus, sehingga kesempatan harapan hidup dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, untuk mendeteksi kanker kolorektal secara dini harus melakukan pemeriksaan yang teratur terutama pada mereka yang berisiko tinggi, dan mempunyai riwayat gangguan pencernaan.
Karena di Indonesia kanker usus besar banyak terjadi pada usia muda di bawah 40 tahun, maka sebaiknya screening/pemeriksa an sudah mulai dilakukan ketika usia 30 tahunan. Screening dapat dilakukan dengan alat kolonoskopi (memeriksa kolon) proktoskopi (pemeriksaan rektum dan kolon bagian bawah) atau endoskopi (peneropongan bagian dalam suatu organ tubuh).Menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat sangat penting mencegah kejadian kanker kolorektal/usus besar. Apabila kanker telah terdiagnosa, segera melakukan pengobatan.
Saat ini, pengobatan utama untuk kanker kolorektal adalah pembedahan (operasi). Namun tidak semua orang mampu menjalankan pengobatan konvensional tersebut karena berbagai alasan, diantaranya karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu banyak penderita kanker yang mencari solusi lain, yaitu melalui pengobatan tradisional dengan terapi tumbuhan obat. Tumbuhan obat antikanker banyak yang sudah uji klinis berdasarkan penelitian pada hewan percobaan dan banyak pula yang digunakan berdasarkan bukti empiris atau pengalaman turun-temurun. Dalam pengobatan kanker, sebaiknya terapi tumbuhan obat juga ditunjang dengan pengobatan medis/konvensional. Seperti halnya di rumah sakit tradisional di Tiongkok yang menggunakan kombinasi pengobatan medis barat dan timur (tumbuhan obat).
Berikut ini contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan kanker usus besar/kolorektal.
Resep 1.
30 gram rumput lidah ular kering + 30 gram herba Scutellariae barbatae + 30 gram biji jali (direndam dulu) + 30 gram gadung china yang kering, semuanya dicuci dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
Resep 2.
5 gram buah mahkota dewa yang kering + 50 gram temu putih segar atau 20 gram yang kering + 30 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular yang kering + 30 gram jombang kering, semuanya dicuci bersih dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
Catatan :
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur
- Untuk perebusan gunakan periuk tanah, atau panci enamel. Jangan menggunakan panci logam seperti alumunium, besi dan lainnya.
- Hindari daging terutama daging merah yang berlemak, makanan yang berkolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, diberi pewarna sintetik, makanan yang dibakar, penyedap/MSG, rokok, minuman beralkohol & soft drink, dan kurangi makanan pedas/cabe.
- Tetap konsultasi ke dokter
Bahan–bahan yang dapat dibeli di toko obat Tionghoa, yaitu :
- Herba Scutellariae barbatae = Ban zhi lian
- Rumput lidah ular = Bai hua she she cao
- Gadung Cina = Ba qia
- Jombang = Pu gong ying

Sumber:
CBN
note :

Psssttt....please leave me a name if U wanna comment on my post, OK ? I don't receive anonimous comment...

Labels:

1 Comments:

At 4:07 PM, Anonymous Anonymous said...

resepnya bisa dicoba tuh.. tp tuk beli obat nya dimana alamt lengkapnya? klo tinggal di daerah depok dan jakarta selatan. terimakasih sebelumnya. tolong cc ke email ak dewa1914@yahoo.com

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Image hosted by Photobucket.com