.comment-link {margin-left:.6em;}

Sehat & Segar Dari Alam

Tuesday, October 11, 2005

Berita Di SUARA MERDEKA Hari Ini...

Pagi tadi aq baca berita di SM, ttg seorg istri nelayan yg membakar dirinya sampai tewas. Wanita itu habis antre minyak tanah. Setelah antre berjam2, ternyata dia tdk kebagian, minyak tanahnya habis. Setelah itu dia pulang ke rmhnya, yg hanya terbuat dr gedheg dan beralaskan tanah. Ternyata suaminya juga tdk berhasil mendapatkan ikan. Mereka lalu ribut, yg satu krn tdk berhasil dpt minyak tanah, yg satu krn tdk berhasil dpt ikan. Lalu, sang istri menyiram dirinya dgn sisa minyak yg ada di kompor dan membakar diri. Dia meninggal, sang suami juga ikut terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya, tp untunglah bisa selamat.
Sesak sekali rasanya membaca kisah itu. Sampai ingin menangis. Sebelum BBM naik pun, nelayan2 di desa itu ( saya lupa ini di kota mana ) sdh susah melaut, jd keluarga2 disitu bisa sehari makan sehari tdk. Apalagi skrg saat BBM sdh melambung tinggi. Padahal, keluarga itu jg tdk termasuk keluarga yg dpt dana kompensasi 100rb dr pemerintah. Sebelum bulan Ramadhan pun mereka sdh sering "terpaksa" berpuasa.
Kalau para pengambil keputusan itu berdalih " terpaksa menaikkan BBM utk menyelamatkan perekonomian bangsa", bgmn dgn bangsanya ?? Apa mereka tdk pernah membaca surat kabar ? Pastinya tdk cuma ada satu kisah menyedihkan spt ini. Apa otak para pemimpin itu sdh benar2 buntu, sampai tdk bisa mencari cara yg lbh baik selain menaikkan harga BBM ? Kalau alasannya spy subsidi tdk salah sasaran ke org2 kaya bermobil, knp harga minyak tanah dinaikkan dgn persen tertinggi ?? Bgmn dgn mereka yg hidupnya sbnrnya jg sdh susah, tp tdk termasuk yg dianggap pantas dpt dana kompensasi itu ?
Menyelamatkan perekonomian bangsa, benarkah ?? " Membunuh " bangsanya pelan2, itu yg saya rasakan...

5 Comments:

At 9:29 PM, Anonymous Anonymous said...

Cukup salut dengan pemikiranmu...trnyt masih ada org yg spndpt n sephm dgnku.

CC 123

 
At 9:10 AM, Blogger yoenyess said...

Sopo tho ki, CC 123? Yo, tapi aku juga sependapat. Bukannya merasa kaya atau gimana (kita kan nggak kaya ya Jeng? wong sambat ekonomi terus, he..he...)tapi kalo liat kisah2 kaya gini, nggak tega banget ya. Ini bukan menyedihkan, tapi mengenaskan. Inget kemarin pas ngaji, temanya membahas hukum potong tangan bagi pencuri. Di hadits dijelaskan, kalo seorang penduduk mencuri untuk makan (memenuhi kebutuhan pangan), maka yang dipotong tangannya sapa coba? Kepala daerahnya. Lho, kok bisa? Iya, karena dia lalai sampai nggak tau ada warganya yang nggak mampu beli makan di bawah pengawasannya. Merem kali. Nah, coba kalo hukum seperti ini diterapkan di Indonesia, mungkin kisah2 seperti di atas tidak akan pernah kita dengar.Kita bantu doa aja ya, semoga rakyat nggak semakin menderita.

 
At 10:13 PM, Anonymous Anonymous said...

Ternyata kamu bisa tahu siapa aku.
Thanks a lot.

 
At 10:43 PM, Anonymous Anonymous said...

Tampilan blogmu bagus bgt.Salut deh, mgnkn buatnya sambil ngangkat tlp yo?



CC 123

 
At 2:10 AM, Anonymous Anonymous said...

Kebijakan pemerintah utk menaikkan harga BBm sebenarnya bagaikan buah simalakama; klo tidak naik, perekonomian negara kita yg akan hancur, tapi klo naik rakyat kecil lah yg menjadi korbannya.
ada beberapa pihak yg mengatakan cara selain menaikkan harga bbm utk menyelamatkan perekonomian negara; mis dengan merampas kembali harta-harta para koruptor lah.., pengawasan terhadap penyaluran bbm spy tidak ada penyelundupan lah..
tentunya hal itu sudah dipikirkan dan sekaligus menjadi agenda jangka panjang pemerintah kita,
kenp jgk pjg..?? langkah tersebut utk menyelamatkan ekonomi negara dinilai kurang efisien, padahal utk menugurus harta para koruptor itu sendiri tdk bisa scr instan & secepat yg kita harapkan, krn hal tsb hrs melalui proses peradilan yg lama bahkan bertahun-tahun, sedangkan negara kita sedang sakit dan membutuhkan obat utk segera disembuhkan.
mk pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga bbm, krn hal itu lah satu2nya cara yg secara instan dan efisien dpt mengobati perekonomian negara kita sedang sakit, ya.. anggaplah kenaikan harga bbm sebagai pil pahit yg hrs kita telan untuk menyembuhkan negara kita yg sedang sakit.

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Image hosted by Photobucket.com